Kita “boleh” menggunjing orang lain.

Sebenernya ilmu ini udah kudapat lama banged..

Sekitar 2 minggu yang lalu lah..

Waktu ngaji di Masjid Jami’ Kota Malang…

Oleh KH. Basyori Alwi..

 

Melihat dari judulnya, aneh juga yaa..

Menggunjing itu kan tidak baik…kenapa boleh ??…

Eiits..tunggu dolo..

Disitu terdapat tanda kutip, yang mempunyai makna lain..

Islam itu adalah agama yang indah..

Segala sesutunya dia atur dengan sedemikian rupa..

Sehingga memunculkan tatanan hidup yang sesuai..

 

Termasuk menggunjing..

Dalam islam menggunjing itu boleh..

Tapi…..

Ada sayaratnya dong..

So tidak semua menggunjing itu diperbolehkan..

Mau tahu apa yg diperbolehkan?..

Silahkan dibaca ddengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya!(lho??!!)

 

Sebenernya ada 6 hal/ keadaan dimana kita boleh menggunjign, tapi karena pada waktu itu aku kurang merhatiin kali yaa,, jadiyang bisa saya tangkap hanya 5..ndak papa yah,,yang penting khan ilmu..ok…

  1. Pemimpin Maksiat : Kita boleh menggunjing seorang pemimpin yang melakukan maksiat, tentunya agar pemimpin itu bertaubat dan menyadari kesalahannya sehingga tidak mengulangi kesalahannya. Misalnya seorang bupati yang kedapatan berbuat mesum(semoga tidak terjadi beneran,namanya juga misalnya), biar beliau bertaubat gitu…

  2. Mencari Orang : Hal ini diperbolehkan , misalnya ketika kita mencari orang yang bernama aji di suatu daerah, ternyata ada 10 orang yang bernama aji, wuiih banyak bgdd,,namanya juga contoh..Lalu kita sudah menyebutkan ciri” yang baik dari orang yang kita cari tersebut, namun ternyata semua aji memiliki ciri-ciri yang baik tersebut, keren khaan. Lalu dengan terpaksa kita menyebutkan ciri-ciri yang buruk dari Aji yang kita cari, dan kita langsung menemukannya. Hal itu diperbolehkan dalam Islam.

  3. Di depan hakim : Bagaimana kita bisa memberikan kesaksian di depan hakim jika kita tidak menggunjing orang lain? Misalkan kita bersaksi jika melihat si A sedang mencuri..Maka di saat itu kita diperbolehkan untuk menggunjing orang lain.Betul khan?

  4. Terang-terangan maksiat : Kita boleh menggunjing orang yang terang-terangan berbuat maksiat, seprti berciuman di tengah jalan. Misalkan kita memberi nasehat kepada Si B” Hei, janganlah kamu berbuat seperti Si A, yang berciuman di tengah jalan, seperti tidak punya malu saja”. Untuk hal yang seperti itu kita diperbolehkan menggunjing orang lain.

  5. Menyelamatkan Orang Lain : Apa maksudnya? Contoh misalnya ada seorang A yang baik hati yang mau menikah dengan B, namun dia tidak tahu sifat asli dari si B yang sebenarnya mempunyai sifat yang buruk, untuk menyelamatkan si A kita harus memberitahu si A, dan dalam pemberitahuanitu maka kita harus mennggunjing si B. Namun untuk menyelamatkan si A agar tidak terjerumus dalam jebakan si B maka kita diperbolehkan untuk menggunjing si B.

  6. …………………………………………………………

 

 

Dari semua uraian ditas, kita semua tahu bahwa islam memperbolehkan menggunjing untuk kebaikan, jadi tak selamanya menggunjing itu buruk. Kei!!. ISLAM EMANG KEREN !!

 

 

ziaf.faiz

Ba’da Maghrib

1.Maret.2008

Satu Tanggapan

  1. we’e'e

    masQ dah tobat mw dengerin pengajian

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.